News
Widyantoro di Hukum Tidak Boleh Melatih Selama 12 Bulan
17 Oct 2017
Undepo.com - Solo – Persis Solo sekarang sudah resmi meminjam pelatih dari PSS Sleman, Freddy Muli sebagai komandan dipinggir lapangan. keputusan itu setujui setekah pelatih tim Laskar Sambernyawa, Widyantoro mendapat sangsi larangan untuk melatih selama 12 bulan kedepan, hukuman ini dekeluarkan dari Komisi Disiplin PSSI.

Kedua sosok tersebut akan berkolaburasi untuk membawa Persis bertarung melakoni 8 besar Liga 2. Taruhan Online - Meskipun secara hukum jabatan pelatih kepala telah beralih ke Freddy, akan tetapi Widyantoro masih akan mendampingi tim dan memberikan program latihan. Freddy mengakui jika tidak menggantikan posisi pelatih yang akrab dipanggil Wiwid itu. Dirinya hanya mau membantu Persis dan melanjutkan program yang telah disusun rapih oleh pelatih sebelumnya.

Freddy mengatakan, saya hanya akan membantu Mas Wiwiwd yang sedang mengalami masalah dengan Komdis PSSI. Saya pun hanya mau membantu saja dan tidak akan melanjutkan tentang mengubah program. Bandar Bola - Ini sudah tidak boleh dikarenakan yang seperti itu sudah menjadi bagian perubahan dari keadaan sebelumnya, ujar Freddy.

Freddy Berharap Agar PSSI Mempertimbangkan Hukuman

Pelatih yang menginjak usia 55 tahun itu merasa terpanggil untuk membantu Widyantoro yang juga sahabat karibnya. Hal tersebut menjadikan salah satu alasan utama dirinya bersedia untuk menerima tawaran dari pihak manajemen Persis. Freddy mengungkap, Niat saya disini memang untuk menolong tim ini untuk membawa Persis promosi. Apalagi skuat ini sangan dominan dan cukup bagus. Disisi lain Mas Wiwid merupakan sahabat saya sehingga saya pun terpanggil untuk melanjutkan program latihan, Freddy melanjutkan.

Mantan juru taktik Persebaya Surabaya itu juga memberikan rasa simpati dan dukungan secara moris atas sanksi yang menimpat sahabatnya ini. Menurutnya, hukuman yang diberikan Komdis PSSI telah membenamkan karir sekaligus mata pencaharian pelatih asal Magelang itu. Agen Judi Online - Pelatih asal Palopo ini berharap, Komdis PSSI lebih membuka hati nurani mereka sebelum memberikan hukuman. Apalagi menjadi pelatih adalah pekerjaan satu-satunya mantan pelatih PPSM Magelang dan Perserang Serang itu.

Untuk PSSI tolong Komdis sebelum memberikan hukuman, melihat data dan faktanya terlebih dahulu. Jika memang jelas memukul tidak menjadi masalah. Faktanya kasus ini masih simpang siur benar atau tidaknya terjadi. Saya juga seorang pelatih berharap banding yang diajukan manajemen diterima. Karena ini merupakan lahan kehidupan anak dan istri Mas Wiwid, ucapan Freddy untuk Komdis.

Return to Index